Bandara Soekarno Hatta yang letaknya di wilayah Banten dan melalui jalan tol memang cukup mahal dicapai dari beberapa daerah di Jakarta, apalagi dari Depok, Bogor, atau Bekasi. Transportasi dengan taksi akan menghabiskan ongkos sekitar 100 ribu dari daerah cawang atau pancoran.
Jika ke bandara hanya sekali-kali sih mungkin tidak masalah. Bagaimana jika sering ke bandara atau mungkin duit sangat mepet. Ada beberapa alternatif murah untuk ke Bandara. Saat ini yang paling dikenal adalah Bus Damri. Tapi tidak semua daerah ada bus Damri bandara. Dari Depok, kita harus ke Pasar Minggu atau Kampung Rambutan untuk naik bus Damri. Saat ini tarif Damri dari Pasar Minggu 20 ribu, ditambah angkot 5 ribu, total 25 ribu.
Tapi memang bus Damri adalah transportasi yang paling mudah, murah, dan cukup pasti (kecuali ada kemacetan). Adakah transportasi yang lebih murah ?
Jika anda mau agak bersusah payah maka bisa ke Bandara dari Depok cukup dengan 10 ribu. Dari Depok kita naik KRL (ekonomi tentunya) dengan tiket 1500, turun di Stasiun Juanda, diteruskan Busway dengan tarif 2000 (sebelum jam 7 pagi), turun di terminal Kalideres atau sebelumnya, diteruskan naik Kopaja no 95 jurusan Rawa Bokor dengan tarif 2500, turun di perempatan Rawa Bokor dan dilanjutkan Airport transportation ke Bandara, tarifnya 4000.
Alternatif lain dari Depok langsung naik bis patas ke kalideres, bisa turun kalideres atau turun grogol, diteruskan dengan kopaja 95 dan airport transportation. Tapi kayaknya lebih dari 10 ribu.
Tentu saja cara di atas dengan catatan tidak terburu-buru atau memiliki banyak waktu. Sebagai panduan, KRL Depok-Juanda sekitar 40 menit, Busway sekitar 30-40 menit, Kopaja sekitar 30 menit, Airport transportation sekitar 15 menit. Dengan Damri, sekitar 1-1,5 jam, ditambah angkot dari Depok sekitar 40 menit atau KRL Depok-Pasar Minggu sekitar 20 menit.
Untuk dari daerah lain di Jakarta, asal ada angkutan ke Kalideres, seterusnya sama.
Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, cepat, dan murah (sekitar 7500) dari Depok ke Bandara. Cara ini digunakan oleh para karyawan maskapai atau yang bekerja di Bandara, jadi hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja dan kapasitasnya terbatas.
Tuesday, July 8, 2008
Depok-Bandara 10 ribu
Monday, June 30, 2008
Wisata Kota Semarang
Bagaimana cara ke
Banyak cara dan jalan ke
Dengan kereta api, banyak kereta ke Semarang dari Jakarta baik ekonomi (Tawang Jaya, Matarmaja, Brantas, Kertajaya), bisnis (Senja Utama Semarang, Fajar Utama Semarang, Bangunkarta, Gumarang) maupun eksekutif (Argo Sindoro, Argo Muria, Kamandanu, Argo Bromo, Gumarang, Sembrani). Dari Bandung terdapat Harina, kelas eksekutif. Dari Surabaya terdapat Rajawali, Argo Bromo, Sembrani, dan Gumarang untuk kelas eksekutif, Kertajaya untuk kelas ekonomi, dan Gumarang untuk kelas bisnis. Dari Solo dapat menggunakan Pandan Wangi (bisnis dan ekonomi), Bangunkarta (bisnis), Brantas dan Matarmaja (ekonomi).
Bus antar
Akomodasi
Hotel di
Transportasi
Transportasi umum di Semarang terdiri dari taksi, angkot (sering disebut daihatsu), bus
Makanan
Seperti yang pernah disampaikan Pak Bondan di TransTV, kuliner di
Lumpia adalah makanan paling terkenal dari
Soto ayam
Nasi ayam adalah kuliner kaki
Tahu Pong adalah makanan khas
Selain keempat makanan di atas, masih ada sop buntut plus ayam goreng (P Paimin dan P Supar), nasi pecel, nasi gandul, tahu campur (tahu gimbal), mie Jowo, bistik kambing, nasi goreng babat, cap cay khas Semarang dan berbagai chinesse food lainnya, sea food, dan sebagainya. Bagi anda yang beragama Islam agar berhati-hati terutama bila membeli makanan di daerah pecinan karena beberapa diantaranya mengandung babi. Jika ragu sebaiknya anda bertanya ke penjualnya. Tidak usah sungkan karena mereka sudah biasa ditanya hal tersebut.
Tempat
Dengan waktu pendek dalam berwisata
Simpang Lima
Simpang Lima dianggap sebagai alun-alunnya
Jika anda ingin makan di Simpang Lima sebaiknya bertanya harganya terlebih dahulu daripada menyesal karena terlalu mahal dan tidak semua makanan di daerah ini enak.
Lawang Sewu
Lawang Sewu artinya adalah pintu seribu saking banyaknya pintu. Jendela-jendela gedung ini dibuat panjang seperti pintu sehingga cukup membingungkan bagi yang belum pernah ke tempat ini. Sayangnya belum pernah ada yang berhasil menghitung berapa jumlah pintu sebenarnya. Lawang Sewu mulai terkenal setelah sering masuk TV, tetapi sudah dikenal seluruh warga
Pecinan
Kawasan Pecinan
Daerah
Pada malam hari, jika anda berada di daerah Gombel atau daerah
Oleh-oleh
Tempat membeli oleh-oleh di Semarang adalah di Jl Pandanaran. Di jalan ini berjajar toko oleh-oleh dan pedagang kaki
Thursday, June 19, 2008
becak, Indonesian traditional transportation vehicle
How many transportation vehicles did you know? Airplane, car, bus, train, boat are most known transportation. In Indonesia you will be meet becak, bajay, and bemo. All of them are three wheels vehicles. Bemo and bajay only in Jakarta. Becak prohibited in Jakarta but popular in another city.
In Semarang, Central Java, you will feel that becak in this town is wider than becak in Bandung. Becak in Palembang, South Sumatera have unique shape. They use flat roof not circular like in another city. In Gorontalo, becak not using human power but using motorcycle power. Front wheel of motorcycle replaced by passengers compartment. In this town becak called as Bentor (becak motor).
In Medan, North Sumatera, Becak motor also as popular public transportation but the motorcycle is stick on the right side of passenger compartment. In Aceh, the motorcycle stick in front of passenger compartment.
Friday, June 13, 2008
Harina jalannya mundur
Beberapa hari yang lalu, saya sekeluarga naik kereta api Harina dari Stasiun Bandung dengan tujuan Stasiun Semarang Tawang, setelah liburan di
Rute Bandung-Semarang memang tidak seramai Jakarta-Semarang. Sebagian besar penumpang rute ini adalah warga
Hanya ada satu jenis KA Bandung-Semarang yaitu Harina kelas eksekutif, berangkat dari Bandung 20.15 WIB dan berangkat dari Semarang 20.30 WIB. Meskipun eksekutif dan BBM sudah naik, harga tiket relatif promo dan murah, Rp 120.000,- , dibandingkan kereta eksekutif Jakarta-Semarang yang Rp 180.000,- dan hanya sedikit di atas harga kereta bisnis Jakarta-Semarang yang Rp 100.000,-.
Sekitar tahun 1998 saya pernah menggunakan kereta bisnis Bandung-Semarang, saat itu bernama Mahesa, dengan harga Rp 35.000,-. Berangkat dari Bandung 07.00 WIB dan berangkat dari
Dibandingkan dengan Mahesa, Harina tidak jauh berbeda dari sisi jumlah penumpang. Meskipun hanya empat gerbong, beberapa kursi terlihat kosong dan banyak penumpang yang mendapat dua kursi sehingga bisa tidur dalam posisi tidur, bukan duduk. Karena eksekutif, Harina lebih nyaman dengan AC, recleaning seat, dan dipinjamkan selimut dan bantal. Sayangnya tidak diberikan makan malam atau snack. Waktu perjalanan seharusnya sekitar 7 jam (berdasarkan jadual keberangkatan dan kedatangan di tiket), meskipun kenyataannya 7,5 jam. Pada saat menggunakan Mahesa waktu perjalanan sekitar 9 jam.
Perbedaan waktu tempuh karena pada Mahesa jalur yang digunakan adalah jalur selatan, dari
Pada saat naik Harina beberapa hari yang lalu, setelah KA sampai di Cikampek ternyata lokomotif tetap harus pindah posisi karena dari arah bandung tidak ada jalur rel belok kanan ke arah timur (Cirebon) dan hanya ada belok kiri ke arah barat (Jakarta). Rangkaian kereta menunggu lokomotif pindah posisi. Dibandingkan di Kroya, pindah posisi di Cikampek lebih cepat karena jalurnya lebih cepat dan mungkin juga karena eksekutif jadi lebih cepat.
Seingat saya dulu, pada saat lokomotif pindah posisi, awak kabin kereta akan memberitahu penumpang untuk mengganti konfigurasi kursi agar tidak membelakangi arah gerak kereta. Saya menunggu awak kereta agar dapat merubah konfigurasi bersama-sama penumpang lainnya. Merubah konfigurasi sendiri nggak mungkin karena akan membentur penumpang di belakang dan didepan kursi kami. Setelah sekitar 15 menit, lokomotif sudah pindah posisi dan tersambung di belakang gerbong terakhir, awak kereta belum muncul juga, saya lihat sebagian besar penumpang sudah tidur termasuk anak saya.
Tidak lama kemudian terdengar priiit, dan kereta jalan, pertama-tama pelan, dan selanjutnya ngebut. Blaik, kereta ini jalan mundur dong. Setelah agak lama barulah awak kereta muncul. Ketika saya tanya kenapa tidak diberitahukan untuk memutar kursi, hanya dijawab :”Kasian, ngganggu yang sudah tidur”. Apes deh, saya
Memang sih karena malam dan gelap diluar, apalagi bagi penumpang yang sudah tidur nyenyak, efek mundur tidak terlalu terasa, tapi tetap saja ada yang nggak enak. Kayaknya tiap malam kereta Harina memaksa penumpangnya mundur. Terpaksa deh cari kursi lain yang kosong sehingga bisa tiduran dan tidak merasakan efek jalan mundur. Untungnya dapat satu kursi kosong sehingga bisa tidur nyenyak meskipun tetap tidak dapat memutar kursi.
Sampai di Pekalongan kereta berhenti dan beberapa penumpang turun di Stasiun ini. Saat itulah banyak penumpang yang bangun dan baru sadar tambah kaget karena baru tahu keretanya mundur. Tetapi mungkin karena mengantuk dan tidak ada yang berinisiatif memutar kursi, ya akhirnya tetap saja mundur. Jadi, lebih dari
